Timur Network Foundation Terima Kunjungan Hekaleka Foundation, Bahas Praktik Baik dan Peluang Kolaborasi Pemberdayaan SDM

Jakarta, 19 November 2025 — Timur Network Foundation menerima kunjungan dari Hekaleka Foundation yang diwakili oleh Stanley Ferdinandus (Founder Hekaleka Foundation) dalam rangka silaturahmi dan pertukaran praktik baik (best practices) pengembangan literasi dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Kunjungan tersebut diterima oleh Khaerun Zuhry dan Rafliansyah di kantor Timur Network Foundation, Jakarta. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dan kolaboratif, dengan fokus pada pembelajaran atas berbagai inisiatif Hekaleka Foundation yang telah dijalankan di berbagai daerah, khususnya dalam penguatan literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas SDM.
Belajar dari Praktik Baik Penguatan Literasi

Dalam diskusi, Stanley Ferdinandus memaparkan sejumlah praktik baik yang telah dilakukan Hekaleka Foundation, mulai dari pendekatan berbasis komunitas, pelibatan anak muda dan relawan lokal, hingga pengintegrasian isu literasi dengan kesadaran lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan visi Timur Network Foundation dalam membangun SDM unggul dari kawasan Indonesia Timur melalui program yang kontekstual, berkelanjutan, dan berdampak jangka panjang.
“Literasi memiliki hubungan yang sangat kuat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengalaman Hekaleka dalam membangun ekosistem literasi berbasis komunitas menjadi pembelajaran penting bagi kami di Timur Network Foundation,” ujar Rafliansyah.
Peluang Kolaborasi ke Depan
Pertemuan ini juga membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis antara Timur Network Foundation dan Hekaleka Foundation, termasuk pengembangan program literasi pemuda, peningkatan kapasitas komunitas lokal, serta inisiatif bersama yang menghubungkan literasi dengan kepemimpinan dan pemberdayaan ekonomi.
Khaerun Zuhry menambahkan bahwa kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci untuk memperluas dampak dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang masih menghadapi tantangan struktural dalam akses pendidikan dan pengembangan kapasitas.
Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi teknis dan penjajakan program bersama dalam waktu dekat, sebagai langkah awal membangun sinergi yang berkelanjutan dalam upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia, khususnya dari wilayah Timur.